Qurban Berkah dan Ceria!

Subhanallah, ibadah qurban merupakan ibadah bukti cinta kepada Allah Aza wajjalla. Nabi Ibrahim karena saking cintanya kepada Allah, anak tercinta yang sekian lama dirindukan, rela dikorbankan. Lebih hebat lagi Siti Hajar, anak yang dikandung dan dilahirkan, rela dikorbankan demi cintanya kepada Allah. Lebih hebat lagi Ismail, dirinya rela dikorbankan, demi cintanya kepada Allah.

Karena itu mereka menjadi keluarga kecintaan dan kekasih Allah. Karena cintanya yang luar biasa, mereka pun diabadikan dalam shalat. Kama sholaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali ibrahim. Kama barakta ‘ala ibrahim wa ‘ala aali ibrahim. Dalam ibadah haji, mereka pun diabadikan.

Allah pun mengabadikan mereka saat ‘Idul Qurban. Ini adalah aplikasi cintanya seorang mukmin kepada Allah. Bukan hewan korbannya, tapi cintanya kepada Allah. Lan tanamul birra hataa tuhibunii mimma tuhibuhu. Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan sempurna dari Allah atau nilai yang maksimal, misal seratus, kecuali engkau memberikan apa yang paling dicintai. Oleh karena itu hewan yang dikorbankan harus yang terbaik. Kemampuan kita yang terbaik. Tidak boleh cacat, umur yang cukup dan sebagainya. Kalau Nabi Ibrahim diminta anaknya, masa kita hanya hewan korban. Subhanallah, walhamdulillah, wallahu akbar.

Kemudian dalam ibadah qurban, juga diajarkan mencintai keluarga. Justru cintanya kepada keluarga itu cinta kepada Allah. Dengan mengajak keluarga berkorban berarti mencintai Allah dan mencintai keluarganya sendiri. Karena hikmah kecintaan kepada Allah adalah kecintaan kepada keluarga.

Kemudian, subhanallah, tidak ada musuh yang paling besar dari agama ini, dan itu adalah salah satu penyakit umat saat ini, yaitu penyakit bakhil. Maka qurban mencabut sikap bakhil ini, laa yadhulal jannah al bakhiil wa lau kaana ‘aabidan. Orang bakhil tidak akan masuk surga walaupun ia ahli ibadah. Jadi harus ada wujud nyata kalau ingin masuk surga, yaitu ibadah sosial. Maka hikmah yang ketiga dari ibadah qurban ini adalah ibadah sosial. Carefully terhadap para dhu’afa, bahkan kepada mustad’afin. Karena itu sudah selayaknya dalam pembagian korban, mereka dapat pembagian yang merata.

Islam itu ritual sosial. Shalat, Allahu akbar, kemudian salam. Apalagi puncaknya haji. Haji ini subhanallah, konferensi akbar umat Islam. Islam agama yang tidak terikat dengan teritorial geografis, rasis dan nasionalisme. Bahkan Islam agama yang tidak terikat waktu. Yang mengikat Islam Allah dan rasul-Nya. Inilah ajaran khilafah. Agama internasional yang dipersiapkan oleh Allah sebagai rahmatan lil alamin.

Ibadah qurban itu ritual yang sosialnya luar biasa. Apalagi saat sekarang ini, saat mahal rasanya lezatnya daging. Dan tidak ada daging yang paling lezat kecuali daging saat ‘Idul Adha. Kita sudah merasakan daging di mana pun, tapi daging ‘Idul Adha punya keunikan tersendiri.

Kemudian ibadah qurban juga mengajarkan kekompakan umat Islam. Dari cara-cara menyembelih itu ada kekompakan. Kemudian diajarkan juga etika dalam penyembelihan. Itu adalah gladi resik atau latihan untuk jihad perang. Jadi jangan takut melihat darah. Siti Aisyah itu sebelumnya takut darah. Tapi diperintahkan oleh Rasulullah untuk melihat darah saat menyembelih hewan korban, maka Aisyah pun berani melihat darah. Bahkan di berbagai tempat orang-orang pun hadir saat penyembelihan itu. Ini agar umat ini punya nyali. Jangan ciut melihat darah. Dan ini juga sebagai latihan menyembelih. Jadi kalau nanti perang pun maka umat Islam siap. Subhanallah. Itu sekalian show of force, unjuk kekuatan umat Islam. Bayangkan kalau semua aghniya melakukan itu. Allahu akbar.

Esensi yang paling bisa diambil dari ibadah qurban itu adalah pengorbanan. Jadi nilai pengorbanan itu, seberapa besar pengorbanan kita kepada Allah, maka sebesar itu cinta kita kepada Allah. Makin besar pengorbanan kita, maka makin besar cinta Allah kepada kita. Dusta kalau kita cinta tanpa berkorban. Cinta tidak cukup mengatakan aku cinta padamu, tapi mana bukti cintamu padaku.

Haji itu salah satu bentuk cinta orang kepada Allah. Ia tinggalkan keluarganya. Harta seperti kulkas misalnya tidak dibawa. Jabatan memakai pakain ihram, ia siap mati. Nah orang yang berkorban itu membuktikan cintanya kepada Allah. Allahu akbar, walillahilhamdu. Jadi takbirnya itu benar. Allah Maha besar, segala puji bagi Allah. Jika ia membaca Allahu akbar walilahilhamdu kemudian berkorban maka ia benar takbirnya. Tapi kalau tidak berkorban maka ia cuma sebatas dzikiran.

Makanya, orang yang berdzikir dan berjihad itu tidak bisa dipisahkan. Orang berdzikir itu berjihad, orang berjihad itu berdzikir. Alquran surat al anfat ayat 45, :Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menghadapi musuh-musuh maka hadapi mereka dengan sabar dan berdzikirlah sebanyak-banyaknya , niscaya kamu akan menang. Ini kekuatan spiritual dan kekuatan material. Dua hal ini tak dapat dipisahkan. Walau pun dapat dibeda-bedakan tapi kedua-duanya menyambung menjadi energi jihad yang luar biasa.

Saya mengenalkan suatu istilah dengan jihad realita. Tidaklah kalian mencapai kecintaan sempurna kepada saudaramu sampai kamu mencintai saudaramu seperti dirimu. Maka jihad realita adalah apa yang bisa diperbuat di lingkungan kita yang kita saksikan. Di depan mata kita saksikan penderitaan umat. Bukan hanya dhu’afa tapi mustad’afin. Mereka itu dilemahkan oleh sistem kufar. Dan ini membutuhkan pengorbanan dari kita baik pikiran, tenaga, harta benda.

Inilah esensi dari pengorbanan yang sebenarnya. Bagaimana mungkin kita bisa tidur sementara darah syuhada terus mengalir. Dan orang dianggap belum sempurna doanya sebelum mendoakan mustad’afin dan mujahidin. Allahumanshur mujahidin fi falestin, fi afghan fi iraq, fi kashmir, fi fatani thailand, moro fhilifhin, wa jaalna minhum. Itulah wujud kecintaan kita kepada Allah. Jika kita cinta kepada Allah maka kita cinta kepada orang-orang yang dicintai Allah. (diolah dari wawancara).

Ustad Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Adz Dzikra

Sumber: Media Umat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: